Aku untuk Angka 21
"Dunia terlalu cepat meninggalkan kehidupan anak-anak, namun seperti berjalan lambat saat memasuki usia dewasa." (Anonim)
Prolog :
Kehidupan merupakan jembatan untuk menuju dunia yang abadi. Ia hadir sebagai tempat transit seluruh makhluk bumi khususnya manusia. Sebagaimana fitrah penciptaan manusia adalah sebagai khalifah di bumi. Maka begitu mulianya tujuan adanya kita. Awalnya kita hanyalah sebuah gumpalan darah, yang selanjutnya Allah jaga, Allah kasihi dan Allah berkahi. Hingga 120 hari lamanya, Allah berikan ruh kepadanya. Maka jadilah kita menjadi seorang bayi. Setelah 9 bulan lamanya kita berada di dunia dalam penjagaan Allah melalui perut Umi tercinta. Allah perkenankan pula kita lahir, menyambut indah dan pahitnya dunia ini. Allah titipkan kita kepada 2 (dua) manusia mulia pilihannya yang akan kita panggil Umi dan Abi. Ya! mereka kedua orang tua kita, manusia pertama yang akan memberitahukan siapa Tuhan kita? Siapa Nabi kita? Apa kitab kita? Apa agama kita? dan masih banyak hal lain yang akan mereka tanamkan kepada kita dengan harapan kita bisa menjadi anak yang sholeh/sholehah, bermanfaat bagi sesama dan menjadi manusia yang bermartabat serta bijaksana.
Inti :
Akhir dari semua perjalanan manusia adalah tiba di tempat pertama kali kita diciptakan. Tempat pertama kali kita tinggal, tempat pertama kali asal kita semua. Sepanjang perjalanan hidupku hingga memasuki angka 21 ini, setiap kehidupan yang kujalani sebagai jiwa dalam tubuh manusia bukanlah sesuatu yang kebetulan terjadi. Setiap suka, duka, lara, sakit, jatuh, bangun, pertemuan, penantian, penghianatan, kehilangan, cinta, benci dan masih banyak lagi merupakan suatu keniscayaan. Mereka selalu melekat bahkan menyatu pada setiap sisi kehidupan ini. Bagiku kehidupan adalah terang dan gelap, aku bisa memilihnya dengan bebas dan sadar akan kubawa kemana kisaran sisa umurku nanti. Jika aku percaya jalan terang adalah jalan yang benar, maka kutelusuri setiap jengkal perjalanan itu hingga sampai di garis finish. Namun jika ternyata aku tersesat dan justru merasa nyaman dengan kegelapan, maka ada 2 hal yang dapat kulakukan. Pertama, tidak mau tau bahkan acuh tak acuh ataupun menyangkal bahwa jalan itu akan berakhir pada sebuah kesalahan dan menyebabkan diri ini menyesal dalam keterpurukan. Kedua, mencari jalan lain yang lebih terang dengan harapan diri ini bisa kembali kepada fitrahnya sebagai makhluk bumi yang mulia dan berbudi pekerti. Aku harap setiap kita akan memilih yang kedua.
Untuk diri ini yang telah genap menapaki angka 21, semoga bertambahnya usia bertambah pula segala kebaikan dan keberkahan untuk hidupmu. Dimudahkan segala niat baik melalui realisasi dengan cara baik pula untuk menggenggam segala impian dan harapan muliamu. Tetap menjadi kuat berdiri diatas kedua kakimu sendiri ya, bukan untuk diakui oleh orang lain. Tapi untuk pembuktian bahwa kau mampu berdiri tegak tanpa perlu mengemis bahkan menghamba pada apa selain Ya Rabbi. Semoga di sisa umurmu ini Allah izinkan setiap proses istiqomahnya kamu untuk selalu memperbaiki dan belajar. Allah amanahkan kebijaksanaan, kecerdasan, sifat rendah hati, akhlaq yang baik dan segala karakter baik untuk bekal dirimu agar bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan bermartabat. Serta Allah tanamkan dengan kuat bahwa akhir dari segala hal yang kau usahakan dan segala hal yang kau capai semata-mata hanya untuk beribadah Kepada-NYA dan sebaik-baiknya hanya untuk menggapai Ridho-NYA. Aamiin Allahumma Aamiin.
Selamat memasuki angka yang sudah bisa dikatakan dewasa yaa. Semoga setiap masa lalumu yang mencerminkan keburukan akan berubah menjadi kebaikan di masa depan. Semangat selalu ya kita semua :')
Epilog :
Tak mesti harus menjadi sungai untuk bisa berguna sebagai surga bagi sebuah desa yang dilanda panceklik. Cukuplah menjadi sebuah pancuran kecil yang terus mengeluarkan air. Sekalipun tidak deras sebagaimana aliran sungai, namun ia tetap ia adalah surga di musim kemarau.
Barakallaah Fii Umriik,
Barakallaah Lakumaa,
Mabruk Alfa Mabruk semua manusia yang lahir pada tanggal 20 Juli dan tanggal-tanggal lain pada bulan lain pula. Aku percaya bahwa kalian semua hebat dengan versi ideal kalian! :)
Komentar
Posting Komentar