Secuil Harap Untuk Covid-19
Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat Pagi semuanya, semoga selalu diberikan Kesehatan, kebahagiaan dan ketenangan ya ☺ Aamiin.
Sebelumnya ini pertama kali saya nulis di blog, dengan niat lillahi ta'ala. Semoga sedikit apa yang ada di pikiran saya dan saya tulis melalui wadah ini bisa menjadi renungan untuk diri saya sendiri, karena ternyata pemikiran yang cuman ada di pikiran dan hanya diucapkan bisa saja lupa terbawa sama angin hehe. Jadi biar gak lupa karena ikut angin. Mari Menulis! Semoga bermanfaat ya, maaf kalau ternyata ada beberapa pendapat yang berbeda dengan teman-teman semua. Yang jelas, perbedaan bukan berarti permusuhan bukan? Selamat berteman dengan tulisan saya ya☺
Sengaja tulisan pertama saya bertajuk apa yang telah lumayan lama sedang viral-viralnya. Mungkin juga kebanyakan orang tidak pernah menyangka bahwa dia akan bertamu disini, di sekitar kita. Termasuk saya, tapi nyatanya apa yang telah kita terima, kita lalui kemarin, sekarang dan nanti tidak akan pernah terlepas dari Takdir Allah bukan? Tulisan ini hanyalah sedikit pandangan, harapan bahkan unek-unek yang selalu menghantui pikiran saya beberapa hari lalu. Sebelumnya tulisan saya ini tidak ada sedikitpun maksut untuk menggurui, menjadi tentor, motivator, ustadzah, dsb. Karena saya sadar keterbatasan dan kedangkalan ilmu saya belum mampu untuk menerima nama yang sangat mulia tersebut. Disini saya menulis sebagai Pelajar, salah 1 orang yang selalu siap belajar dari siapapun, dimanapun dan kapanpun tanpa batasan ruang dan waktu. Termasuk kali ini saya belajar dari Corona (Covid-19). Biar tulisan ini gak terkesan formal banget, nanti Corona saya ganti pakek kata ganti Dia ya, dengan harapan biar tulisan ini mudah dipahami dan buat nyaman Pembaca☺.
Udah berapa lama ya Dia singgah di negara yang selalu kita kasihi penuh dedikasi ini? Ah rasanya mungkin sebentar tapi ternyata sangat menyesakkan dada ya. Apalagi melihat beberapa berita online maupun offline yang setiap hari selalu mengupdate perkembangan terbaru perihal eksistensi si Dia. Kehidupan yang awalnya selalu berjalan dengan normal, sesuai jadwal dan tupoksinya masing-masing tiba-tiba ambyar gara-gara kedatangan Dia yang mungkin belum bisa kita lihat bentuk fisiknya dengan mata telanjang. Namun, karena semakin berkembangnya teknologi, ilmu pengetahuan, dsb. Si Dia yang tidak bisa kita lihat ternyata bisa juga kita lihat dan kita pelajari asal usulnya. Alhamdulillaah setidaknya tamu kita yang datang saat ini bukan termasuk Anonim ya hehehe.
Awal saya dengar, baca bahkan mulai tertarik pada semua portal berita yang menempatkan Dia menjadi Primadona dalam kehidupan kita sekarang yaitu, saya merasa sedih dan berduka cita atas keluarga Korban yang telah ditinggalkan oleh salah 1 anggota keluarganya yang pasti sangat mereka sayangi. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Semoga untuk mereka yang menjadi keluarga korban diberikan ketabahan, kelapangan serta keikhlasan yang besar untuk menerima takdir ini. Dan semoga Korban diampuni segala dosa dan khilafnya, diterima segala amal baiknya dan diberikan tempat terbaik di sisi-NYA. Aamiin.
Namun, semakin sering saya mencoba meresapi dan memaknai atas situasi dan kondisi saat ini, memberikan saya secercah harapan baik dan pandangan berbeda perihal Dia. Sudah lumayan banyak bukan? Tulisan yang menghakimi Dia, mencemooh Dia, membenci Dia, menghujat Dia, dsb. Eitzz tunggu dulu saya bukan juga orang yang senang atau berbahagia atas berkunjungnya Dia apalagi ternyata banyak Mudhorat yang kita terima karena kedatangan Dia. Hanya saja saya cuman ingin berbagi sedikit pandangan positif yang bisa buat kita tidak terpacu hanya pada 1 pandangan apalagi negatifnya saja. Dia juga termasuk salah 1 dari bermilyar-milyar makhluk Allah yang Allah kasihi juga sama seperti kita manusia. Dia juga termasuk salah 1 dari bertrilyun-trilyun makhluk Allah yang hanya melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai Perintah Allah. Bukankah setiap muslim dalam menerima segala ujian, cobaan, derita harus tetap selalu berkhusnudzon kepada-NYA. Terlepas dari banyaknya mudhorat yang kita terima karena kedatangan Dia, jangan sampai kita merutuki takdir dan ketetapan Allah ya Teman. Insya Allah selama kita sabar, ikhtiar dan tawakkal maka hikmah besar setelah ujian ini pasti akan kita terima. Aamiin.
Corona adalah salah 1 bukti Kuasa Allah yang Allah kirim untuk kita hamba-NYA yang selalu Allah Kasihi, Sayangi dan Cintai. Tentu hal ini harus sepadan dengan kualitas iman dan taqwa kita bukan? Walaupun kasih sayang, cinta kasih, hidayah, dsb yang Allah berikan untuk kita hamba-NYA tidak pernah pilih kasih. Karena pada dasarnya bukan Allah yang membutuhkan Ibadah kita. Justru kitalah yang membutuhkan Allah dalam segala hal, situasi dan kondisi tanpa terkecuali. Allah hanya memberikan apa-apa sesuai dengan usaha dan niat serta ikhtiar kita. Jika kita mematuhi dan selalu berusaha melaksanakan Syariat yang penuh Kemuliaan-NYA maka Allah akan balas semua itu berlipat-lipat dari apa yang telah kita kerjakan. Sedangkan bagi kita yang selalu menutup diri, menutup indera kita atas hidayah-NYA maka Allah tetap berusaha bagaimana agar hamba-NYA mau kembali kepada-NYA secara fitrah seperti di awal tujuan kita diciptakan. Allah Maha Baik, Allah Maha Bijaksana, Allah Maha Pemurah, dan Allah Maha Kemahaan dari segala Hal-Hal Baik Dan Sempurna. Masya Allah.
Inti dari tulisan saya hanya 1 sebenarnya. Dengan bertamunya Dia atau yang sangat familliar kita sebut Corona adalah moment yang sangat pas untuk saat ini kita Bertaubat, untuk saat ini kita Memohon Ampun atas segala khilaf dan dosa yang telah kita perbuat di masa-masa kehidupan kita. Kenapa saya berani bilang begini? Ambil contoh mudah, untuk upaya preventif agar Dia tidak menyerang kita, apa yang disarankan ahli-ahli kesehatan? Bukankah saat bersin kita dianjurkan untuk menutup mulut. Ya itu Sunnah Rosulullaah Teman. Bahkan jauh sebelum para ilmuwan kesehatan meneliti hal itu, Rosulullah Muhammad SAW yang merupakan manusia pilihan Allah telah mencontohkan kepada kita umat Beliau untuk bersin dengan cara menutup mulut. Itu merupakan salah 1 etika bersin dalam Islam. Contoh lain adalah kita disuruh sesering mungkin untuk membasuh tangan. Lantas apakah hal ini sesuai dengan syari'at Islam. Lebih dari itu, dalam Islam sebagai muslim dan muslimah kita dianjurkan untuk senantiasa selalu menjaga Wudhu kita, menjaga kesucian kita. Bukankah ini juga telah dicontohnya oleh Suri Tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Masya Allah. Tabarakallaah. Kita juga dilarang untuk kontak fisik dengan orang lain, untuk apa? Ternyata Islam lebih dahulu menganjurkan hal ini, karena memang pada fitrahnya bahwa kita tidak diperbolehkan untuk melakukan kontak fisik dengan orang yang bukan termasuk mahram kita. Masya Allah. Allahu Akbar!
Corona adalah tamu kita yang berkeinginan agar kita senantiasa belajar lagi, belajar terus dan belajar selamanya untuk memperdalam ilmu agama yang mulia ini. Corona sebenarnya juga sedih harus datang langsung tiba-tiba untuk melakukan tugas dan fungsinya. Maka saya berharap setelah membaca sedikit pandangan saya, semoga kita semua selalu mau bertaubat kepada Allah. Dengan niat Lillahi Ta'ala, dengan niat benar-benar ingin menjadi hamba Allah yang fitrah, yang taat atas Perintah-NYA dan menjauhi Larangan-NYA. Aamiin aamiin ya Rabbal 'Alaamiin.
Tidak ada kata terlambat untuk belajar teman, tidak ada kata terlambat untuk bertaubat kepada Allah. Selama kita masih hidup maka saat itulah saat dimana kita selalu diberikan kesempatan untuk bertaubat. Dan tidak ada yang bisa menjamin bahwa kita akan hidup sampai besok Dzuhur? Kecuali Allah 'Azaa Wa Jalla. Barakallaah Fiikum. Jazakummullah Khair. Mungkin sedikit relevan saya masukkan kutipan Guru saya dan Guru semua orang yang sangat saya Kagumi yaitu Ibnul Muqaffa, Beliau mengatakan bahwasanya "Kebaikan yang tidak biasa dilakukan akan dianggap buruk. Dan keburukan jika biasa dilakukan akan dianggap baik". Maka saya harap sedangkal pemahaman saya ini bisa sedikit memecah rantai keburukan yang biasa kita lakukan dan kita anggap baik, padahal justru hal itu sama sekali tidak mengandung kebaikan. Aamiin.
Karena saya sadar banyaknya kekurangan atas tulisan ini, maka saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman semua. Akhir kata semoga Corona lekas menyelesaikan tugasnya semoga kita semua senantiasa dilindungi Allah, dan semoga seluruh umat manusia lekas mengenggam hidayah yang selalu diberikan Allah di sekitar kita. Dan semoga untuk semua manusia yang telah menggenggam hidayah-NYA diberikan keisitiqomahan untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin Allahumma Aamiin.
Lekas membumi semuanya. Lekas pulih bumi indahku, lekas kembali kita semua menjadi fitrah manusia sejati. Panjang umur untuk hal-hal yang baik. Aamiin👐
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Literasi! Salam Hijrah! Salam Berdampak!💖


Keren
BalasHapusTerimakasih. Tulisanmu juga tidak kalah kerennya😊 semangat menulis ya!
HapusTrus. Bagus nih.
BalasHapusAamiin. Terimakasih ya☺
Hapus